Oleh Michael Murni (14150230)
![]() |
| Herli dan Mervo saat mengikuti Blind Audition di The Voice Indonesia |
Mahasiswi bernama lengkap Yuni
Herlinawati dengan kepercayaan diri yang tinggi bercerita tentang pengalamannya
yang telah mengikuti salah satu pencarian bakat di Indonesia bernama The Voice
Indonesia yang membuat namanya dikenal di industri musik Indonesia. Herli
mengikuti The Voice Indonesia dengan group
vocalnya yang bernama Mervo.
April 2016 adalah waktu yang
telah ditunggu-tunggu oleh Herli, dimana Herli akan mengikuti salah satu
pencarian bakat di Indonesia yang disiarkan langsung di RCTI. Semua persiapan
pun telah di tempu Herlim seperti latihan vocal
dan olahraga untuk mengatur pernapasan.
Setelah melewati tahap pertama
yang ditempu Herli dengan membuat video, Herli dan groupvocalnya melanjutkannya ke tahap kedua yaitu Blind Audition.
Herli dan group vocalnya pun berhasil melewati Blind Audition ketika dua juri memutar bangkunya dengan menekan
tombol mereka. Saat itu Mervo, group
vocal Herli dipilih oleh Judika dan Agnesmo. Tetapi karena parturan memaksa
Mervo untuk memilih salah satu dari kedua juri, maka Mervo memilih Judika.
Judika dipilih oleh Mervo
dikarenakan Judika telah memiliki kemampuan yang sangat baik di bidang group vocal. Di The Voice Indonesia,
juri biasanya di sebut dengan panggilan
coach. Judika melatih Mervo dengan baik dan memberikan pertanda bahwa group
vocal Mervo memiliki potensi besar untuk lolos kebabak selanjutnya.
Mervo group vocal yang terdiri dari Herly Hutahayan nama panggung yang
dimiliki oleh Herli, Alfriando Eldat Lukas, Arlen Orlando Lukas, Angel Eva
Fillsita ini pun memasuki babak battle.
Sistim yang dimiliki oleh babak battle
adalah murid dari coach yang sama di adu untuk memperebutkan bangku di babak
finalis.
Di babak Battle, Herli dan mervo menghadapi lawan yang cukup berat karena
suara lawannya yang khas bernama Jenita Pangaribuan. Tetapi dengan kemampuan
yang memukau serta mempuni Herlipun berhasil melalui babak Battle ketika menang melawan Jenita Pangaribuan.
Kejadian yang tak terduga pun
terjadi ketika Langkah Herli pun harus berhenti di babak knockout, ketika coach Judika memilih untuk menggugurkan
satu-satunya groupvocal yang
dimilikinya. Herli dan groupvocalnya
merasa kecewa karena tidak menduga langkahnya akan berhenti mengingat Judika
sangat menyukai groupvocal di
industri musik Indonesia.
Masih jelas terngiang dibenak
Herli lagu terakhir yang dinyanyikannya bersama groupvocalnya Mervo di babak knockout
yaitu lagu milik coachnya sendiri yaitu Bukan Dia Tapi Aku. Rasa kecewa pun
melanda Herli dan Mervo ketika bangkunya direbut oleh sesama murid coachnya
yaitu Siti Rosalia.
"Kegagalan bukanlah akhir
dari segalanya," ujar Herli saat sibuk mengetik tugasnya, saat diwawancarai
di Jakarta, Selasa (04/10/16).
Keheninganpun kembali tercipta
ketika Herli menutup cerita tentang pengalamannya mengikuti The Voice Indonesia dengan sebuah lagu
yang dinyanyikannya dan group vocalnya di
babak knockout. Semua mahasiswa dan
mahsiswi lainnya kembali terdiam ketika mendengar Herli bernyanyi dengan merdu
dan sangat menghayati tiap untaian kata yang dilantunkannya.
Herli dan Mervo pun bisa disebut
gagal di mata juri, tetapi mimpi Herli tidak begitu saja padam hanya karena
kegagalan. Karena gagal bukanlah akhir dari segalanya dan ketika mimpi bukan
hanya isapan jempol belaka.


0 komentar:
Posting Komentar