Ketika Mimpi Bukan Hanya Isapan Jempol Belaka

by 22.46 0 komentar
Oleh Michael Murni (14150230)


Herli dan Mervo saat mengikuti Blind Audition di The Voice Indonesia
Jakarta (UBM News) - Keheningan Lab B Univeritas Bunda Mulia pecah ketika seorang mahasiswi  berparas cantik dan berkulit sawo matang bercerita tentang pengalamannya mengikuti salah satu ajang pencaharian bakat di Indonesia dengan semangat dan antusias. 

Mahasiswi bernama lengkap Yuni Herlinawati dengan kepercayaan diri yang tinggi bercerita tentang pengalamannya yang telah mengikuti salah satu pencarian bakat di Indonesia bernama The Voice Indonesia yang membuat namanya dikenal di industri musik Indonesia. Herli mengikuti The Voice Indonesia dengan group vocalnya yang bernama Mervo.

April 2016 adalah waktu yang telah ditunggu-tunggu oleh Herli, dimana Herli akan mengikuti salah satu pencarian bakat di Indonesia yang disiarkan langsung di RCTI. Semua persiapan pun telah di tempu Herlim seperti latihan vocal dan olahraga untuk mengatur pernapasan.

Setelah melewati tahap pertama yang ditempu Herli dengan membuat video, Herli dan groupvocalnya melanjutkannya ke tahap kedua yaitu Blind Audition.

Herli dan group vocalnya pun berhasil melewati Blind Audition ketika dua juri memutar bangkunya dengan menekan tombol mereka. Saat itu Mervo, group vocal Herli dipilih oleh Judika dan Agnesmo. Tetapi karena parturan memaksa Mervo untuk memilih salah satu dari kedua juri, maka Mervo memilih Judika.

Judika dipilih oleh Mervo dikarenakan Judika telah memiliki kemampuan yang sangat baik di bidang group vocal. Di The Voice Indonesia, juri biasanya di sebut dengan panggilan coach. Judika melatih Mervo dengan baik dan memberikan pertanda bahwa group vocal Mervo memiliki potensi besar untuk lolos kebabak selanjutnya.

Mervo group vocal yang terdiri dari Herly Hutahayan nama panggung yang dimiliki oleh Herli, Alfriando Eldat Lukas, Arlen Orlando Lukas, Angel Eva Fillsita ini pun memasuki babak battle. Sistim yang dimiliki oleh babak battle adalah murid dari coach yang sama di adu untuk memperebutkan bangku di babak finalis.

Di babak Battle, Herli dan mervo menghadapi lawan yang cukup berat karena suara lawannya yang khas bernama Jenita Pangaribuan. Tetapi dengan kemampuan yang memukau serta mempuni Herlipun berhasil melalui babak Battle ketika menang melawan Jenita Pangaribuan.

Kejadian yang tak terduga pun terjadi ketika Langkah Herli pun harus berhenti di babak knockout, ketika coach Judika memilih untuk menggugurkan satu-satunya groupvocal yang dimilikinya. Herli dan groupvocalnya merasa kecewa karena tidak menduga langkahnya akan berhenti mengingat Judika sangat menyukai groupvocal di industri musik Indonesia.

Masih jelas terngiang dibenak Herli lagu terakhir yang dinyanyikannya bersama groupvocalnya Mervo di babak knockout yaitu lagu milik coachnya sendiri yaitu Bukan Dia Tapi Aku. Rasa kecewa pun melanda Herli dan Mervo ketika bangkunya direbut oleh sesama murid coachnya yaitu Siti Rosalia.

"Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya," ujar Herli saat sibuk mengetik tugasnya, saat diwawancarai di Jakarta, Selasa (04/10/16).

Keheninganpun kembali tercipta ketika Herli menutup cerita tentang pengalamannya mengikuti The Voice Indonesia dengan sebuah lagu yang dinyanyikannya dan group vocalnya di babak knockout. Semua mahasiswa dan mahsiswi lainnya kembali terdiam ketika mendengar Herli bernyanyi dengan merdu dan sangat menghayati tiap untaian kata yang dilantunkannya.

Herli dan Mervo pun bisa disebut gagal di mata juri, tetapi mimpi Herli tidak begitu saja padam hanya karena kegagalan. Karena gagal bukanlah akhir dari segalanya dan ketika mimpi bukan hanya isapan jempol belaka.



Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar