KELOMPOK:
TRULY
(14150216)
STEFANNY
EVELINE (14150226)
MICHAEL
MURNI (14150230)
MEISYCA
(14150221)
18-20
WHAT MAKES ONLINE JOURNALISM
DISTINCTIVE?
4
tahap dalam jurnalisme:
-
mencari
informasi
-
melaporkan
informasi
Pada
kedua tahap pertama ialah tahap mengumpulkan data dan informasi sebagai seorang
jurnalis
-
konstruksi
informasi pada redaksi
-
publikasi
informasi berupa berita
pada
dua tahap selanjutnya ialah tahap menyebarkan data dan informasi yang telah
didapat
ONLINE RESEARCHING AND REPORTING
Jenis
data dapat berupa cerita, dokumen asli, data mentah, press-release, informasi individu. Apabila seorang jurnalis
mengetahui dimana, darimana, dan bagaimana mendapatkan informasi dan data
tersebut, maka keuntungan yang dapat diperoleh ialah:
-
akses
terhadap sumber berita: individu, dokumen, data, arsip berita
-
kuantitas
data yang dapat diakses
-
kecepatan
dalam mengakses informasi
-
apa
yang dapat seorang jurnalis lakukan terhadap informasi yang telah
diterima(analisa data)
-
kemampuan
untuk terlibat langsung dalam debat, diskusi, dan para ahli melalui media
seperti e-mail, yang dapat membuat seorang jurnalis tidak ketinggalan informasi
Kelebihan
bagi seorang jurnalis dari mendapatkan informasi secara online:
-
dapat
melakukan kegiatan jurnalis namun lebih ekstensif dan cepat
-
mendapatkan
informasi lebih banyak
-
akan
lebih banyak kontak yang didapatkan dibandingkan cara tradisional
-
informasi
baru
-
dengan
mudah mempublikasikan informasi yang mungkin tidak dapat dipublikasikan
sebelumnya secara offline
-
dapat
meminta informasi
21-22
ONLINE AS A PUBLISHING MEDIUM
·
Pada
media cetak setelah mengumpulkan dan menyeleksi informasi, kemudian penulis hanya ingin menyebarkan kepada pembaca
·
Pada
media cetak proses publikasinya kompleks dan rumit karena banyak aktivitas
& melibatkan banyak orang
·
Sebagai
alat penyebar informasi, informasi yang tersedia termasuk mentah
·
Pada
media cetak, setelah selesai dicetak dan didistribusi maka proses selanjutnya
kembali dilakukan 24 jam kemudian ( tidak bisa direvisi mendadak)
·
Pada
media cetak topik utamanya dramatik dan heboh ( dinamit)
·
Tujuannya
adalah untuk menjangkau banyak orang dan menaikan angka penjualan
INFORMATION
DISSEMINATION
Kecepatan
·
Sebelumnya,
radio adalah alat komunikasi yang tercepat namun hanya memberikan berita yang
ditaruh dalam sebuah box pada jam tertentu. ( berita pada box kerap hilang)
·
Muncul
format berita bergulir untuk memberikan sekilas info.
ex : saat interview kemudian dipotong sekilas info
·
Pada
situs internet, ada potensi mengedit setiap menitnya untuk memberikan info
terkini
·
1
halaman web bisa berisikan berbagai berita berbeda setiap menitnya
Rangkap
halaman
·
Pada
halaman web, terdapat banyak halaman yang terhubung namun tetap dapat dibaca
terpisah. Hal ini meningkatkan jumlah variasi berita dan pembaca potensial.
Jadi,
tidak hanya terfokus pada 1 topik berita yang sama namun bisa mendapatkan
variasi berita dalam waktu singkat.
Multimedia
·
Halaman
web menawarkan banyak fitur ( foto, audio, video, dll)
Wadah
pengiriman yang fleksibel
·
Penulis
berita di halaman web bisa mengumpulkan dan memposting berita untuk selanjutnya
dengan mudah diakses oleh pembaca lain.
·
Saat
sudah memiliki informasi atau berita, memungkinkan kita menyebarkannya dengan
berbagai cara melalui internet karena terhubung satu dengan yang lainnya
23-25
Pengarsipan
· Menjelajahi situs web yang memiliki konten dengan sumber daya yang baik kita dapat menyamping (link ke situs, terkait, cerita dan interaktivitas) atau turun ke arsip.
· Arsip sangat efektif untuk situs berita.
· Arsip juga bisa memberikankonteks penting untuk laporan saat ini di situs serta sumber penelitian dengan sendirinya.
Hubungan dengan pembaca
· Radio adalah media linier. Penonton diberi konten yang sudah ditetapkan. Wawancara diikuti oleh presenter, presenter cuaca , berita lalu lintas, musik, berita, dll. Saat pendengar mendengar berita radio, dia tidak bisa mengatakan 'Saya akan memiliki item dua, lima dan enam, tapi saya tidak ingin yang lain."
· Berbeda dengan web, Web didasarkan pada konsumsi non linier. Jadi, audiens tidak harus perlu menjelajahi dari item satu sampai dua ke tiga. Saat memilihcerita yang menarik perhatian mereka, mereka bisa mengakses dari empat sampai tiga puluh-enam sampai lima belas sampai dua dan seterusnya.
· Pola konsumsi konten dikontrol oleh audiens. Dan itu adalah konsumsi non linier. Ini menunjukkan sebuah kebutuhanuntuk memikirkan ulang proses cerita tradisional; untuk mendekonstruksi
· Jika, sebaliknya, media online terus menyajikan peristiwa umu, isu dan opini seputar sebuah cerita sebagai sebuah digestitas homogen tunggal, seperti biasanya wartawan di surat kabar, hal ini akan menyebabkan situs berita online berakhir dengan satu blok teks di layar. Hal ini menyebabkan perlunya banyak pengguliran (yang orang tidak sukamelakukan).
· Hal ini juga menyingkirkan kemungkinan 50% dari potensi jumlah pembaca. Saat membaca sebuah cerita, orang tidak mau harus terlebih dahulu melalui A, B, C, D dan E untuk sampai ke F, yang merupakan bagian yang menarik minat mereka.Memang, mereka mungkin tidak tahu bahwa F ada. Namun, jika F ditawarkan sebagaicerita terpisah, mampu berdiri sendiri, tapi juga terkait dengan A, B, C, D, E,
· G, H, akan lebih menarik pembaca F
· Dengan kata lain dalam mengumpulkan informasi, bila kita mampu membangunnya sebagai rangkaiancerita terkait yang bersama-sama memberikan pertanggungan total, tapi yang mana bisa juga dibaca secara terpisah, hal ini cenderung menarik minat pembaca yang lebih besar dan lebih bervariasi.
Interaktivitas
·
Konsumen
berinteraksi dengan provider, contoh yang paling jelas adalah adalah pandangan pembaca yang mengirim e-mail
kepada wartawan mengenai pandangan
mereka tentang apa yang telah ditulis atau memberikan informasi yang lebih
jauh.
·
Konsumen
berinteraksi dengan konsumen, contohnya seperti forum diskusi.
·
Konsumen
juga bisa menjadi provider
26-28
LINKAGE
- Peran jurnalis ditantang media online untuk menghubungkan pembaca ke situs lain.
- berisi berita dan beberapa yang terkaitfitur atau konten fakta.
- Versi online dari produk jurnalis itu bisa menawarkan semuanya seperti menghubungkan pembaca ke situs web untuk lokalotoritas pendidikan, departemen pemerintah terkait,inspektorat sekolah, kelompok tekanan lokal, dan lain sebagainya.
- Keterkaitan hanya mengubah peran jurnalis, tidakmenghancurkannya.
WHAT HAS BEEN THE EFFECT OF ALL THIS ON JOURNALISM SO FAR?
- Banyak wartawan yang berjuang untuk menyesuaikan diri dengan adanya media online saat ini dan telah menelitinya.
- Butuh waktu danpelatihan untuk belajar bagaimanamemanfaatkan pencarian online (search engine) sebaik mungkin. Selain itu, jika berita yang anda telah selesai dimuat banyak akses ke sejumlah informasi masih tetap terbatas.
- Peningkatan Kemampuan untuk halaman web yang menjelaskan tentang teks, grafik, gamba,video dan audio.
- Mereka menjadi kesatuan dengan cara tertentu dan merasa sulit untuk berubah.
- Kedatangan jurnalisme online telah meningkatkan kualitasn dan keunggulan berita.
- jurnalisme investigatif untuk mengembalikan isi, dari interaksi multimedia ke daftar poin utama, dari situs yang rumit hingga sederhana.
- bisa menampung semua isi berita, cepat tepat, seperti benang emas, adalah inti jurnalism.
Setelah melihat
kelebihan-kelebihan yang dapat diperoleh seorang jurnalis dari mengakses dan
mempublikasikan data secara online, ternyata masih terdapat hal-hal yang
dianggap negatif dari online researching and reporting. Hal-hal seperti
kebosanan pada data dan informasi atau seberapa baik seorang jurnalis dapat
membuat serta menganalisis berita sehingga dapat berdampak bagi orang lain.
Sedangkan publikasi online
membuka jalan penyebaran informasi yang beragam sekaligus membangun hubungan
yang lebih dinamis antara penulis dan pembaca.
Opini saya sama dengan wartawan
online Steve Yelvington yang mengatakan bahwa jurnalisme di zaman kita telah
berkembang dalam semacam lingkungan perkuliahan. Dikatakan bahwa Ini 'wartawan
melihat semua, tahu semua dan menceritakan semuanya . . dan kalian semua harus
duduk, diam dan hanya mendengarkan saja. Masyarakat tidak diberi hak untuk
memilah berita, berasumsi. Namun saat ini kita memiliki forum diskusi untuk
bertukar pendapat. Dan, dengan itu, seharusnya ada pengakuan dari wartawan bahwa mereka tidak melihat semua dan pasti
tidak tahu semuanya.
Jurnalis Model yang lama memiliki editor atau reporter sebagai pertahanan melawan
informasi-informasi yang buruk. kutipan seperti
"Kami hanya melewati apa yang kami anggap demikian Benar."
Itu bekerja saat media adalah penyedia utama informasi.
Tapi tidak ada media yang menjadi penyedia utama lagi untuk Model baru seperti sekarang.
Kita hidup di dunia di mana sumber informasi sekarang membanjirikita.
Anda tidak bisa menghentikan arus informasi.
Apa yang bisa kamu lakukan Sebagai gantinya adalah mengambil p
engguna atau pembaca dan pimpin merekamenuju kebenaran.
Saya pikir kita sebagai jurnalis memiliki fungsi
Di sana, untuk memilah dan menunjukkan apa yang ada.
Tapi fungsi utamanya adalah menjadi sebuah panduan, bukan penjaga gerbang.

0 komentar:
Posting Komentar