2. Seorang
saksi mata, Andhi Cahyo, menerangkan kepada awak media aksi pria berpedang itu terjadi ketika awal Misa
Pagi. Umat fokus berdoa, dan Romo sudah di altar," kata Andhi saat
dihubungi Minggu (11/2). "Saat itu pelaku masuk lewat pintu depan dan
langsung menuju altar. Ternyata sebelumnya, dia sudah melukai seorang umat yang
ada di teras depan."
Andhi mengungkapkan pelaku yang
membawa pedang langsung masuk dan menuju altar sembari menyabetkan pedangnya.
empat orang jemaat dan satu orang petugaspun terluka karena sabetan
pedang. Romo Prier SJ yang memimpin misa juga turut terluka terkena sabetan
pedang.
3. Kepala Kepolisian Daerah Istimewa
Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri mengatakan, pelaku penyerangan
Gereja Santa Lidwina, Sleman belum bisa ditanya soal motif penyerangan. Karena
pelaku masih kritis ketika di beri tembakan peringatan.
Motif
jangan berspekulasi dulu, dia kritis jadi tidak bisa ditanyai, sambil menunggu
penyelidikan lebih lanjut," kata Dofiri saat dihubungi 11 Februari lalu.
Dofiri
menyebutkan, setidaknya ada empat korban dalam penyerangan itu. Empat korban
itu terdiri dari dua jemaat yang sedang misa, satu pemimpin misa dan seorang
polisi. Saat pelaku melakukan penyerangan dengan paedang, polisi datang dan berusaha
mengamankan situasi.
Saat
ini polisi masih menunggu pelaku sembuh dari keadaannya yang kritis usai
terkena tembakan peringatan oleh petugas. Berikutnya polisi akan segera
melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah pelaku telah siuman.
4. "Kalau informasi sementara yang masuk ke
saya, ada empat jemaat yang jadi korban, satu lagi anggota polisi. Total
lima," kata Ketua Gereja Lidwina, Sukatno, ditemui di Gereja Santa
Lidwina, Minggu (11/2/2018).
Empat korban yakni:
Romo Prier asal Jerman
Budjiono
Yohanes
Parmadi.
Romo
Prier menjalani operasi siang ini di RS Panti Rapih Yogyakarta.
Romo
Prier yang mengalami paling parah, dioperasi luka di kepala bagian depan dan di
bahunya terkena sabetan pedang. Tiga lagi jemaat ada yang luka di tangan dan
badannya.
Awalnya
korban dibawa ke beberapa rumah sakit yakni RSA UGM, RS Ludiro Husodo dan ke RS
Panti Rapih. Namun kini semua korban telah dirujuk dan dirawat di RS Panti
Rapih.

0 komentar:
Posting Komentar